Desa Tapenpah merupakan salah satu Desa di Keuskupan Atambua, Dekenat Kefamenanu Kabupaten TTU yang menjadi desa sasaran implementasi program PSE Keuskupan Atambua. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2022. Sejumlah program yang sudah dilaksanakan mencakupi berbagai aspek pemberdayaan masyarakat diantaranya; pertanian meliputi tanaman holtikultura (tomat, cabe, sayur-sayuran dan terong). Di bidang perikanan seperti pembudidayaan ikan lele jumbo. Di bidang pemberdayaan perempuan ada tenunan, pengolahan bahan makanan lokal seperti pembuatan stik ubi ungu. Selain itu, ada juga kegiatan-kegiatan pelatihan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM masyarakatnya. Misalnya pembuatan pakan ternak, pupuk organik dan juga pemanfaatan pekarangan rumah. Semuanya ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Dalam mendukung mendukung kegiatan pemeberdayaan yang disebutkan di atas, pemilik program Caritas juga melengkapi berbagai fasilitas penunjang pertanian seperti, mesin kultivator, mesin pencacah pakan ternak, mulsa, terpal, waring, pakan ikan, pupuk, benih lombok, tomat dan fasilitas penunjang lainnya. Alhasil dari berbagai dukungan program kelompok yang terlibat bisa mendapat ilmu dan teristimewa bisa meningkatkan perekonomian keluarganya.
Untuk memastikan implementasi program ini di kelompok maka pada Sabtu, 08 Maret 2025, bertempat di demplot kelompok Tafean Kuan desa Tapenpah, Pse Keuskupan Atambua menggandeng Caritas Indonesia dan Caritas Australia melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.
PSE Caritas Keuskupaan Atambua diwakili oleh Romo Direktur Frederikus Oeleu Pr. Caritas Indonesia diwakili oleh Ramiasi Novita (Program Officer) sedangkan Caritas Australia diwakilkan oleh Mr. Canthea Nou (koordinator Caritas Australia Regional Manager Asia) dan Mrs. Stephanie Heiges(Caritas Australia program coordinator Indonesia dan Filipina). Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan seberapa efektifnya pelaksanaan program Caritas di desa Tapenpah.
Mr, Chanthea dan Mrs, Stephanie dalam kegiatan monitoring menyampaikan bahwa "kami hadir di sini untuk memastikan apakah program-program yang sudah diberikan itu bermanfaat atau tidak. Dirasakan oleh bapak/ibu atau tdak, berdampak untuk kehidupan ekonomi keluarga atau tidak. Selama ini kami hanya lihat lewat cerita laporan tertulis dan gambar-gambar. Hari ini kami datang untuk bertemu dan lihat secara langsung proses kegiatan. Kami sangat senang berada disini, dan kami senang bapak, ibu merasakan dampaknya bagi ekonomi keluarga." Demikian kata Mr Canthea dan Mrs Stefanie yang diterjemahkan oleh Ramiasi Novita.
Setelah melakukan monitoring bersama anggota kelompok melalui cerita dan diskusi, Rm. Frederikus Oeleu, Pr Direktur PSE Caritas Atambua memberikan catatan dan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan Caritas. " Bapak Uskup Atambua mengharapkan desa-desa yang mengimplementasikan program Caritas ini harus berkelanjutan dan mandiri. Umat atau masyarakat tdak boleh terus bergantung pada bantuan-bantuan yang meninabobohkan umat. Sebaliknya harus mandiri, kerja keras, kerja sama, dalam semangat sinodalitas sebagaimana yang tercantum dalam visi misi Keuskupan Atambua". Kegiatan monitoring dan evaluasi ditutup dengan makan siang dan foto bersama.