Pemerintah Desa Tapenpah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga Desa Tapenpah yang dilaksanakan di aula kantor Desa Tapenpah , Rabu 06 Oktober 2021.
Bantuan Langsung Tunai diberikan langsung oleh Pemerintah Desa Tapenpah kepada warga yang kurang mampu sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK), dimana setiap kk menerima 300.000 selama 4 bulan yang terhitung dari bulan Juli-September sehingga total jumlah uang yang diterima adalah 1.200.000 .

BLT ini dilakukan agar dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat yang kurang mampu. Sementara kegiatan berlangsung Thomas Yulianus Sikone selaku Kepala Desa Tapenpah menghimbau warga penerima bantuan agar menggunakan uang sebaik mungkin untuk membeli keperluan makan minum sehari-hari ditengah situasi covid yang masih belum berakhir.
Beliau juga memberitahu warga terkait beberapa program dari kecamatan yang harus diwajibkan disemua desa yang ada di Insana yakni Jumat Penghijauan (JuPeng) yang akan diadakan setiap jum'at pertama dalam setiap bulan, setelah itu ada jum'at pembersihan setiap rumah serta jum'at bakti sosial.
Kemudian beliau juga mengatakan bahwa akan ada kunjugan kerja dari Bapak Camat Insana yang akan dilakukan setiap selasa dan rabu, dimana hari selasa akan diadakan pemeriksaan terkait kinerja Perangkat Desa dan hari rabu akan diadakan pemeriksaan setiap lahan dari petani -petani Tapenpah. Kemudian disini beliau menekankan bahwa dompet petani adalah lahan yang memiliki hasil yang memuaskan, sehingga para petani Desa Tapenpah harus begitu memaksimalkan kinerja kerja dalam hal bertani dengan membuat jadwal jam kerja yang teratur.
Selain itu , Pemerintah Kecamatan Insana juga akan menggelar pameran pada bulan November, dimana setiap desa harus membuat stand berupa lopo alang-alang. Dan Desa Tapenpah sendiri mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kecamatan Insana yakni stand yang dibuat Desa Tapenpah harus ditempatkan paling pertama , tepatnya diawal pintu masuk gerbang pameran nanti.
'' kita harus membuat lopo sebaik mungkin, agar filosofi kita hit msat atone tetap terjaga''. ujar Thomas Yulianus Sikone. (Gradiana Manikin,tim website)